NIM: B91218090
Kelas: A1
Dosen Pengampu:
Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag
Asisten Dosen I:
Ati’ Nursyafa’ah, M.Kom.I
Asisten Dosen II:
BaitiRahmawati, S.Sos
KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM
UIN SUNAN AMPEL SURABAYA
2018
Kata Pengantar
Puji syukur atas segala nikmat yang telah allah swt. berikan kepada saya, sehingga saya dapat menyelesaikan makalah yang berjudul ‘’ kandungan pokok al-qur’an’’ ini. Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas dari bapak dosen prof. Dr. Moh. Ali aziz, M.Ag Selaku dosen studi al-qur’an di UIN Sunan Ampel surabaya.
Makalah ini akhirnya dapat saya selesaikan tepat waktu meski memiliki beberapa kekurangan.
Semoga makalah yang saya buat ini dapat bermanfaat bagi pembaca sekalian.
Surabaya, 10 septmber 2018
penulis
Daftar isi
Kata pengantar ............................................ 2
Daftar isi....................................................... 3
Kandungan pokok al-qur’an……………………… 4
Kandungan surah al-fatihah……………………… 8
Kandungan al-qur’an berdasarkan proses turunnya…………………………………………………. 10
Daftar Pustaka……………………………………...... 16
Kandungan pokok al-qur’an
Al-qur’an adalah kitab suci agama islam untuk seluruh umat muslim di seluruh dunia dari awal diturunkan hingga hari pembalasan. Kandungan pokok al-qur’an secara garis besar di bagi ke dalam beberapa hal, antara lain:
1. Aqidah
Aqidah adalah ilmu yang mengajarkan manusia mengenai kepercayaan yang wajib diyakini oleh setiap orang. Al-qur’an mengajarkan akidah tauhid kapada kita seperti menanamkan keyakinan terhadap allah swt. yang satu yang tidak pernah tidur dan tidak pernah beranak.
2. Ibadah
Ibadah adalah segala bentuk ketaatan yang dijalankan atau dikerjakan semata-mata mengharap ridho dari allah swt. Bentuk ibadah yang paling dasar atau awal adalah mengucap dua kalimat syahadat, sholat, zakati, puasa di bulan ramadhan, berangkat haji bagi yang mampu.
3. Akhlak
Akhlak adalah perilaku yang ada dalam diri manusia, baik itu perilaku baik ataupun buruk. Karena, sebagaimana yang sudah kita ketahui bersama bahwasanya nabi Muhammad diutus ke dunia untuk menyempurnakan akhlak manusia. Oleh karena itu, manusia haruslah memiikiakhlak yang baik sesuai dengan ajaran nabi dan al-qur’an.
4. Hukum-Hukum
Al-qur’an tidak hanya memuat masalah akhlak, ibadah, ataupun aqidah. Tetapi al-qur’an juga memuat masalah hukum, yang dimana hukum tersebut merupakan perintah atau suruhan kepada umat muslim sebagai batasan-batasan atau pedoman untuk menjalankan kehidupan yang naik dan benar, seperti hukum pembagian harta waris (faraidh), jual beli (tijharoh), Dll.
5. Peringatan (tadzkir)
Di dalam al-qur’an juga terkandung ayat-ayat yang merupakan ancaman dari allah kepada manusia yang berupa siksaan baik di dunia maupun di akhirat. Tadzkir (peringatan) juga merupakan kabar gembira kepada orang-orang yang beriman, karena mereka akan mendapatkan balasan surga atas keimanan mereka.
6. Sejarah atau Kisah
Al-qur’an juga memuat kisah-kisah mengenai orang-orang terdahulu yang mendapatkan kejayaan karena taat kepada perintah allah swt. ataupun orang-orang yang binasa karena membangkang terhadap perintah allah, sebagai bahan ajar bagi umat sekarang agar dapat menjalankan kehidupan sehari-hari ddengan lebih baik.
7. Dorangan Untuk Berpikir
Di dalam al-qur’an banyak ayat-ayat yang mengulas suatu bahasan yang memerlukan pemikiran manusia untuk mendapatkan manfaat dan juga membuktikan kebenarannya, terutama mengenai alam semesta. Jadi, secara tidak langsung ‘dorongan untuk berpikir’ merupakan kandungan al-qur’an.
Kandungan Surah Al-fatihah
Al-qur’an adalah pedoman bagi umat islam yang berisi pokok-pokok ajaran yang berguna sebagai tuntunan manusia dalam menjalani kehiidupan. kandugan surah al fatihah tertanam dalam ayat-ayatnya yang mencakup keseluruhan isi dalam al qur’an. Al-fatihah adalah surat pembuka yang mencakup keseluruhan pokok kandungan al-qur’an. Secara singkat surah al-fatihah mencakup pesan tauhid, pesan ibadah, dan pesan akhlak. Ketiga pesan ini merupakan inti dari ajaran islam.
Sasaran pesan tauhid adalah otak. Dalam hal ini manusia dituntut untuk memikirkan keagungan allah dengan cara mentelaah ayat-ayat al-qur’an yang menunjukkan betapa besar dan agungnya allah swt. dalam hal ini islam membagi orang muslim menjadi 3 bagian: 1. Mukmin (orang yang yakin), 2. Munafik (orang yang ragu), kafir (orang yang tidak yakin).
Sasaran pesan ibadah adalah jasmani atau tubuh yang mencakup gerak –gerik, perilaku dan gerakan pancaindra yang merupakan ranah penbatas antara yang sah dan tidak sah benar dan salah, halal dan haram.
Dan sasaran pesan akhlak dalah hati gerak-gerik hati tidak ada yang tau sehingga sulituntuk mengetahui isi hati seseorang, sehingga hanya individu tersebut allah lah yang tau. Pesan akhlak ini berada di luar wilayah hukum. Tidak sedikit ayat-ayat al-qur’an yang membahas tentang hati dan jiwa manusia. Jumlahnya melebihi ayat ibadah dankurang dari ayat jumlah ayat tauhid.
Kandungan al-qur’an berdasarkan proses turunnya
Sebagaimana yang kita tau bahwa al-qur’an diturunkan secara bertahap, tidak sekaligus seperti kitab-kitab sebelumnya. Ada banyak hikmah yang terkandung dalam proses turunnya al-qur’an secara bertahap ini antara lain adalah sebagai berikut:
1. Untuk menguatkan atau meneguhkan hati nabi muhammad
Kita tahu bahwa nabi muhammad saw. menyampaikan dakwahnya dengan penuh rintangan, halangan yang sangat besar, baik dari keluarganya sendiri maupun orang lain. jadi allah swt. menurunkan ayat al-qur’an untuk meneguhkan hati nabi sehingga semagat dan tekad beliau tetap besar dalam menyebarkan agama allah swt.
Allah juga menjelaskan kepada rosul tentang kisah-kisah nabi terdahulu yang didustakan dan dianiaya oleh kaumnya, tetapi tetap sabar dan tabah sehingga datang kepada mereka pertolongan dari allah swt. dan dari itu, ketabahan hati rosulullah semakin bertambah setiap kali menghadapi rintangan dan hambatan, karena setiap rintangan itu datang maka akan diturunkan kepada beliau ayat al-qur’an yang akan kembali membangkitkan semangat beliau dalam menyuarakan islam.
2. Tantangan dan mukjizat
Orang kafir sering kali mengajukan pertanyan yang bertujuan untuk memperlemah dan menentang, untuk menguji kenabian nabi muhammad saw.
Di saat mereka keheranan dengan al-qur’an yang turun secara berangsur-angsur, maka allah menjelaskan kepada mereka kebenaran hal itu, sebab tantangan kepada mereka dengan al-qur’an yang turun secara berangsur-angsur sedang mereka tidak sanggup membuat yangserupa dengannya, akan lebih memperlihatkan kemukjizatannya dan lebih efektif pembuktiannya dari pada al-qur’an diturunkan sekaligus lalu merka diminta membuat yang serupa dengannya itu
3. Mempermudah hafalan dan pemahamannya
Umat nabi muhammad adalah umat yang ummi (tidak bisa membaca dan menulis). Jadi apabila al-qur’an diturunkan sekaligus maka akan memberatkan kepada kaum nabi untuk memghafalkan dan memehaminya. Jelasnya bahwa la-qur’an turun secara berangsur-angsur ini merupakan bantuan terbaik bagi mereka untuk menghafal dan memahami ayat-ayatnya.
4. Kesesuaian dengan peristiwa-peristiwa dan pentahapan dalam penetapan hukum
Seandainya al-qur’an turun sekaligus, maka aturan-aturan akan sulit untuk diterima oleh bangsa arab yang dimana adat istiadatnya sangat bertentangan dengan ajaran al-qur’an, sehingga diturunkanla al-qur’an secara bertahap agr supaya ajaran al-qur’an dapat diterima secara perlahan.
Demikian pula al-qur’an turun sesuai dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi bagi kaum muslimin dalam perjuangan mereka yang panjang demi meninggikan kalimat allah. Seperti pada perang unain yang dimana umat islam merasa sonbong dengan banyaknya pasukan mereka, sehingga mereka menerima kekalahan yang merupakan balasan atas kesombongan mereka. Sehingga diturunkan kepada mereka surah at-taubah ayat 25-17.
5. Bukti yang pasti bahwa al-qur’an diturunkan dari sisi yang mah bijaksana dan maha terpuji
Dalam waktu sekitar 20 tahun, al-qur’an turun secara berangsur-angsur kepada rosulullah, dan selama itu pula orang mengkajinya dan membacanya surah demi surah. Ketika itu terlihat bahwa rangkaiannya begitu padat, tersusun ddengan cermat sekali dengan makna yang saling bertaut artar surah dengan gaya yang begitu kuat.
Seandainya al-qur’an buatan manusia, maka tidak mungkin dalam berbagai peristiwa, situasi dan kejadian, tentulah didalamnya terjadi ketidak selarasan, dan saling bertentangan satu dengan yang lain, serta sulit terjadi keseimbangan.
Daftar pustaka
Aziz, moh.ali. mengenal tuntas al-qur’an. Surabaya: imtiyaz, 2018.
Al-qattan, manna’ khalil. Studi ilmu-ilmu qur’an. Bogor: pustaka litera antarnusa, 2013.
Dh, achmad zuhid dkk. Studi al-qur’an. Surabaya: UINSA perss, 2014.