Menjadi manusia yang terbaik, dengan
metode yang benar!
Assalmualaikum wr.wb
Cara menjadi manusia yang paling
baik!
Manusia dibagi kedalam 4 golongan:
manuisa yang buruk, manusia yang sedikit baik, manusia yang baik, manusia yang
sangat baik. Katagori yang terakhir ini adalah katagori yang paling diminati
banyak orang. Tetapi, untuk mencapainya tidaklah mudah dan sangat sedikit orang
yang dapat mencapainya. Hal ini sesuai dengan sabda nabi muhammad saw:
“sesungguhnya orang yang paling utama
diantar kalian adalah orang yang belajar al-qur’an dan mengajarkannya”.
Jadi dapat kita simpulkan bahwa
belajar al-qur’an dan mengajarkannya tidaklah mudah, karena sangat sedikit
orang yang dapat menjadi orang yang terbaik. Allah swt berfirman dalam Q.S al
qamar[54] ayat 17, 22, 32, dan 40 yang memiliki arti:
“ dan sungguh, telah kami mudahkan
al-qur’an untuk peringatan, maka adakah orang yang ingin mengambil pelajaran?”
Dalam ayat diatas sudah dijelaskan
bahwa al-qur’an, bahwa allah telah menjanjikan al-qur’an kemudahan bagi
orang-orang yang mau mempelajarinya.
Namun, mengapa justru sebaliknya.
Kebanyakan masyarakat mengatakan sulit mempelajari al-qur’an, terutama
generasi-generasi mudanya?.
Ustadz ali muaffa (salah satu
narasumber yang didatangkan oleh Prof. Dr. Ali Aziz, M.Ag. selaku dosen
pengampu study al-qur’an untuk memberikan ilmunya kepada seluruh anak-anak
didik Prof. Dr. Ali Aziz, pada tanggal 5 november 2018) menjelaskan bahwa salah
satu faktor yang mempengaruhinya adalah statinya metodologi pembelajaran al-qur’an,
sehingga memunculkan kesan bahwa belajar al-qur’an adalah merupakan sesuatu
yang membosankan dan tidak menyenangkan. Padahal dengan membaca al-qur’an kita
dapat memperoleh pahala yang sangat banyak sesuai dengan hadist nabi dibawah
ini:
“barang siapa yang membaca satu huruf
dari kitab suci allah, maka dia mendapat satu kebaikan, dan satu kebaikan
berlipat sepuluh. Aku tidak menghitung alif lam mim satu huruf,
melainkan alif satu huruf lam satu huruf dan mim
satu huruf”. (HR. Attirmidzi)
Metode yang baik dan menyenangkan.
Lalu bagaimana cara mengubah mindset
masyarakat, terutama para generasi muda sebagai generasi penerus bangsa?.
Pertama, kita perlu menciptakan
sebuah gebrakan dalam metode pembelajaran dan pengajaran al-qur’an yang selama
ini kita gunakan. Kedua, perlu adanya pemberian motifasi kepada masyarakat
tentang pentingnya belajar al-qur’an.
Selama ini kita terlalu kaku dalam
menggunakan metode pembelajaran dan pengajaran al-qur’an, sehigga memunculkan
prasangka bahwa belajar al-qur’an itu membosankan. Dan karena itulah kita perlu
menciptakan inovasi yang membuat belajaran dan mengajarkan al-qur’an jadi lebih
menyenangkan, seperti menggunakan metode tilawati.
Metode tilawati adalah selah satu
metode pembelajaran dan pengajaran al-qur’an, yang mana metode ini di gunakan
oleh pondok pesantren al-qur’an nurul falah surabaya jawa timur. Ada tiga cara
yang diterapkan dalam metode tilawati ini. 1, guru membaca dan murid menyimak.
2, guru membaca kemudian murid menirukan bacaan guru. 3, dibaca bersama-sama.
Pembacaan yang berulang-ulang ini
bertujuan agar para murid dapat mengingat pelajaran dengan lebih cepat. Dan
juga, dalam metode tilawati ini pembacaanya menggunakan lagu ros, yang mana
lagu ros ini merupakan lagu yang paling sederhana dan mudah. Jadi metode
tilawati adalah merupakan salah satu inovasi yang sangat luar biasa yang
membuat belajar dan mengajarkan al-qur’an jadi lebih menyenangkan.
Sebuah kutipan artikel karya Prof.
Dr. Ali Aziz, M.Ag. yang berjudul “ Menembus Tandus”.
Lihatlah mereka yang sedang bersiap
menuai padi. Perhatikan padi yang semakin menunduk ke bumi karena isinya.
Mengapa bobot intelektual anda tidak dapat menundukkan emosi dan spritualitas
anda? Sudah sejauh mana konstribusi anda dengan keilmuan dan serba-kecukupan
anda? Jika tidak bisa menjadi pohon yang berbuah, jadilah pohonrindang yang
meneduhkan, atau menjadi rumput yang menyegarkan pandangan. Jika anda ber
spritualitas emas dan tiada henti memberikan manfaat untuk kesejahteraan dan
kedamaian manusia, maka keharuman anda kekal di alam semesta dan di sisi allah.
Tetapi, jika anda buih, maka segera lenyap tertiup angin, lalu keberadaan anda
sama dengan ketiadaan anda(wujuduk ka’adamik). “adapun buih itu, ia akan hilang
dan tak berharga sama sekali, sedangkan yang bermanfaat bagi manusia, maka ia
tetap di bumi”(QS. Ar-ra’d[13]:17). www.terapishalatbahagia.com
Mungkin hanya ini saja yang dapat
saya sampaikan , kurang lebihnya saya mohon maaf semoga bermanfaat.
Wassalamu’alaikum wr.wb.

wahh saling membantu
BalasHapusehh sangat membantu
BalasHapusgud lah pokoke
BalasHapus