Rabu, 21 November 2018

mudah menterjemah al-qur'an


Sulitkah menterjemahkan al-quran?

Assalamualaikum wr.wb

 Alquran adalah sebuah kitab suci utama dalam agama Islam, yang umat Muslim percaya bahwa kitab ini diturunkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad Kitab ini terbagi ke dalam beberapa bab (surah) dan setiap surahnya terbagi ke dalam beberapa sajak (ayat).Hampir seluruh ibadah-ibadah wajib menggunakan bacaan al-qur’an, seperti shalat, dll.

Kebanyakan orang membaca alqur’an, hanya sebatas membaca saja tampa mengetahui maknanya. Hal itu disebabkan oleh kekurang tahuan dalam menerjemahkan al-qur’an. Banyak orang beranggapan bahwa menterjemahkan alqur’an itu sulit, karena banyak yang harus kita pelajari. Padahal, sebenarnya menterjemahkan al-qur’an itu mudah apabila kita mengetahui cara-caranya. Hal ini sesuai dengan firman allah dalam Q.S al qamar[54] ayat 17, 22, 32, dan 40 yang memiliki arti:

“ dan sungguh, telah kami mudahkan al-qur’an untuk peringatan, maka adakah orang yang ingin mengambil pelajaran?”

Menurut narasumber kami (Ustadz Irwansyah, selaku narasumber dari Lembaga Pendidikan dan Pengkajian Ilmu Al Qur'an (LPPIQ) yang didatangkan oleh Prof. Dr. Ali Aziz, M.Ag. selaku dosen pengampu study al-qur’an untuk memberikan ilmunya kepada seluruh anak-anak didik Prof. Dr. Ali Aziz, pada tanggal 12 november 2018) berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh LPPIQ, jumlah kosa kata yang terdapat dalam Al-Qur'an berjumlah tidak lebih dari 110.000, yang mana 79% nya adalah kosa kata yang diulang ulang.

Juz 1 dalam Al Qur'an terdiri dari 2 surah, yaitu surah Al Fatihah sebagai pembuka dan dilanjutkan dengan surah Al Baqarah yang merupakan surat terpanjang dalam Al Qur'an. Dalam juz pertama ini terdapat 3.640 kosa kata dan 2.520 diantaranya adalah kosa kata yang diulang. Dari sini dapat diasumsikan, bahwasannya jika kita belajar menerjemahkan Al Qur'an, maka kita harus mulai dari jus 1, karena 80% kosa kata dalam Al-Qur'an terdapat di juz pertama ini dan 20% lain nya ada di surah surah berikutnya.

Jadi ada 2 point agar kita dapat menterjemahkan al-qur’an tampa harus repot-repot mempelajari nahwu sarraf terlebih dahulu:

1.      lancarkanlah membaca surah al-baqarah
2.      terjemahkanlah kosakata-kosakata dalam surah al-baqarah.

Dengan mengetahui makna dalam setiap ayat al-qur’an yang kita baca, itu akan menambah kekhusukan kita dalam beribadah kepada allah swt.

Seperti dalam artikel Prof. Dr. H. Moh. Ali Aziz, M.Ag, yang berjudul
Menggeser Gunung, Membelah Laut Dengan Sholat. "ayat ayat dan doa-doa dalam sholat kita harus disertai dengan renungan mendalam sehingga menghasilkan keyakinan dan optimisme yang mantap akan kekuasaan, kasih, keperkasaan Allah untuk menolong kita dalam segala hal. Tidak perlu menangisi takdir masa lalu, dan tidak perlu cemas membangun masa depan. Dengan sentuhan tangan Allah, semua yang sulit menjadi mudah, yang berat terasa ringan, yang menurut perkiraan hanya impian, benar-benar menjadi kenyataan (Dream Comes True), sebab Allah berfirman (Semua Dalam Genggaman Allah)". www.terapishalatbahagia.net. 

Jadi, masihkah kita beranggapan bahwa menterjemahkan al-qur’an itu sulit?

Mungkin hanya ini saja yang dapat saya sampaikan , kurang lebihnya saya mohon maaf semoga bermanfaat.

Wassalamu’alaikum wr.wb.


siap menjadi manusia yang terbaik....?


Menjadi manusia yang terbaik, dengan metode yang benar!

Assalmualaikum wr.wb

Cara menjadi manusia yang paling baik!

Manusia dibagi kedalam 4 golongan: manuisa yang buruk, manusia yang sedikit baik, manusia yang baik, manusia yang sangat baik. Katagori yang terakhir ini adalah katagori yang paling diminati banyak orang. Tetapi, untuk mencapainya tidaklah mudah dan sangat sedikit orang yang dapat mencapainya. Hal ini sesuai dengan sabda nabi muhammad saw:
“sesungguhnya orang yang paling utama diantar kalian adalah orang yang belajar al-qur’an dan mengajarkannya”.

Jadi dapat kita simpulkan bahwa belajar al-qur’an dan mengajarkannya tidaklah mudah, karena sangat sedikit orang yang dapat menjadi orang yang terbaik. Allah swt berfirman dalam Q.S al qamar[54] ayat 17, 22, 32, dan 40 yang memiliki arti:
“ dan sungguh, telah kami mudahkan al-qur’an untuk peringatan, maka adakah orang yang ingin mengambil pelajaran?”

Dalam ayat diatas sudah dijelaskan bahwa al-qur’an, bahwa allah telah menjanjikan al-qur’an kemudahan bagi orang-orang yang mau mempelajarinya.
Namun, mengapa justru sebaliknya. Kebanyakan masyarakat mengatakan sulit mempelajari al-qur’an, terutama generasi-generasi mudanya?.

Ustadz ali muaffa (salah satu narasumber yang didatangkan oleh Prof. Dr. Ali Aziz, M.Ag. selaku dosen pengampu study al-qur’an untuk memberikan ilmunya kepada seluruh anak-anak didik Prof. Dr. Ali Aziz, pada tanggal 5 november 2018) menjelaskan bahwa salah satu faktor yang mempengaruhinya adalah statinya metodologi pembelajaran al-qur’an, sehingga memunculkan kesan bahwa belajar al-qur’an adalah merupakan sesuatu yang membosankan dan tidak menyenangkan. Padahal dengan membaca al-qur’an kita dapat memperoleh pahala yang sangat banyak sesuai dengan hadist nabi dibawah ini:

“barang siapa yang membaca satu huruf dari kitab suci allah, maka dia mendapat satu kebaikan, dan satu kebaikan berlipat sepuluh. Aku tidak menghitung alif lam mim satu huruf, melainkan alif satu huruf lam satu huruf dan mim satu huruf”. (HR. Attirmidzi)

Metode yang baik dan menyenangkan.

Lalu bagaimana cara mengubah mindset masyarakat, terutama para generasi muda sebagai generasi penerus bangsa?.

Pertama, kita perlu menciptakan sebuah gebrakan dalam metode pembelajaran dan pengajaran al-qur’an yang selama ini kita gunakan. Kedua, perlu adanya pemberian motifasi kepada masyarakat tentang pentingnya belajar al-qur’an.

Selama ini kita terlalu kaku dalam menggunakan metode pembelajaran dan pengajaran al-qur’an, sehigga memunculkan prasangka bahwa belajar al-qur’an itu membosankan. Dan karena itulah kita perlu menciptakan inovasi yang membuat belajaran dan mengajarkan al-qur’an jadi lebih menyenangkan, seperti menggunakan metode tilawati.

Metode tilawati adalah selah satu metode pembelajaran dan pengajaran al-qur’an, yang mana metode ini di gunakan oleh pondok pesantren al-qur’an nurul falah surabaya jawa timur. Ada tiga cara yang diterapkan dalam metode tilawati ini. 1, guru membaca dan murid menyimak. 2, guru membaca kemudian murid menirukan bacaan guru. 3, dibaca bersama-sama.

Pembacaan yang berulang-ulang ini bertujuan agar para murid dapat mengingat pelajaran dengan lebih cepat. Dan juga, dalam metode tilawati ini pembacaanya menggunakan lagu ros, yang mana lagu ros ini merupakan lagu yang paling sederhana dan mudah. Jadi metode tilawati adalah merupakan salah satu inovasi yang sangat luar biasa yang membuat belajar dan mengajarkan al-qur’an jadi lebih menyenangkan.

Sebuah kutipan artikel karya Prof. Dr. Ali Aziz, M.Ag. yang berjudul “ Menembus Tandus”.
Lihatlah mereka yang sedang bersiap menuai padi. Perhatikan padi yang semakin menunduk ke bumi karena isinya. Mengapa bobot intelektual anda tidak dapat menundukkan emosi dan spritualitas anda? Sudah sejauh mana konstribusi anda dengan keilmuan dan serba-kecukupan anda? Jika tidak bisa menjadi pohon yang berbuah, jadilah pohonrindang yang meneduhkan, atau menjadi rumput yang menyegarkan pandangan. Jika anda ber spritualitas emas dan tiada henti memberikan manfaat untuk kesejahteraan dan kedamaian manusia, maka keharuman anda kekal di alam semesta dan di sisi allah. Tetapi, jika anda buih, maka segera lenyap tertiup angin, lalu keberadaan anda sama dengan ketiadaan anda(wujuduk ka’adamik). “adapun buih itu, ia akan hilang dan tak berharga sama sekali, sedangkan yang bermanfaat bagi manusia, maka ia tetap di bumi”(QS. Ar-ra’d[13]:17). www.terapishalatbahagia.com

Mungkin hanya ini saja yang dapat saya sampaikan , kurang lebihnya saya mohon maaf semoga bermanfaat.

Wassalamu’alaikum wr.wb.